Kamis, 19 Desember 2013

Dul Muluk, Warisan Budaya Nasional Asli Indonesia

Indonesia, sebuah negara yang amat sangat kaya dalam segala hal baik dari segi sumber daya alam (SDA) hingga kekayaan budaya yang beraneka ragam salah satunya adalah kesenian teater asal Palembang, Sumatera Selatan berikut ini, Dul Muluk. Dul Muluk (Abdul Muluk) merupakan salah satu kesenian teater yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Saat ini, Dul Muluk telah mendapatkan pengakuan sebagai "Warisan Budaya Nasional" untuk kategori "Warisan Karya Budaya Tak Benda" dengan nomor registrasi 2011001450 di "Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayan" [Sumber: Republika.co.id]. Silakan anda lihat di situs warisan budaya indonesia berikut ini, Klik disini!
Dul Muluk sebagai Warisan Budaya Nasional

Sejarah Dul Muluk
Asal mula kesenian teater Dul Muluk ini ditemukan dari banyak sumber yang berbeda sehingga terdapat beragam persepsi di masyarakat. Berikut ini seperti yang saya kutip langsung dari situs WarisanBudayaIndonesia.Info.

Sejarah kesenian Dul Muluk berawal dari sebuah kitab Kejayaan Kerjaan Melayu yang selesai ditulis pada 8 Rajab 1262 H ( 2 Juli 1845 M) dan oleh Belanda kitab ini diberi judul Syair Abdul Muluk. Mengenai siapa yang menulis kitab ini terdapat 2 pendapat. Van Eysing mengatakan penulisnya adalah Raja Ali Haji bin Ali Ahmad yang berasal dari pulau Penyengat Indra Sakti(Riau), sedangkan kan Van de wall menyebutkan nama Saleha, sepupu Raja Ali Haji.

Setelah 10 tahun ditulis (1854), seorang pedagang keturunan arab yang bermukim di Riau, yaitu Wan Bakar membawa kitab ini dan membacakannya di khalayak ramai di kawasan masyarakat ( sekarang masuk di kawasan Seberang Ulu II) acara ini menarik masyarakat untuk datang berkerumunan. Agar lebih menarik, maka pembacaan syair disertai dengan peragaan oleh beberapa orang dan disertai dengan iringan musik. Dan pertunjukkan ini mulai dikenal pada awal abad ke-20. 
 ...

Saat ini, kesenian tradisional asli Palembang ini kian terpinggirkan. Sudah terbilang sulit untuk menemukan kesenian ini yang ditampilkan secara langsung dimuka publik. Dulu kesenian ini menjadi primadona diberbagai kalangan masyarakat kota Palembang dan sekitarnya. Dul Muluk mengisi beragam acara seperti syukuran, pernikahan dan berbagai acara rakyat lainnya namun seiring kemajuan zaman, masyarakat lebih banyak menggunakan jasa Orgen Tunggal (OT) untuk mengisi acara hiburan di Pernikahan dan syukuran. Generasi muda Palembang sendiri "mungkin" banyak yang tidak tahu dan tidak mengenal tentang kesenian tradisional asal tanah kelahiran mereka. Mungkin saat ini generasi muda lebih menyukai hal-hal yang berbau budaya luar seperti budaya Barat, Korea ataupun Jepang.

Pementasan Teater Dul Muluk
  Sumber:PalembangBAri.Blogdetik.Com
Pementasan Teater Dul Muluk


Pemerintah daerah dan pelaku seni Dul Muluk berupaya keras untuk kembalikan melestarikan kesenian tradisional asli Sumatera Selatan ini dengan beragam cara salah satunya dengan memamfaatkan kemajuan teknologi itu sendiri. Kesenian teater Dul Muluk mendapatkan porsi tersendiri untuk dapat tampil di acara tv lokal dan TVRI Sumatera Selatan.


                                                                Sumber:Kompas.Com
Dul Muluk  

Melihat kondisi yang kian positif seperti ini, Pemerintah, Pelaku Seni dan Masyarakat Sumatera Selatan yang peduli terhadap warisan budaya ini mengajukan Dul Muluk sebagai Warisan Budaya Nasional yang layak dilestarikan dan dijaga eksistensinya. Melihat respon positif baik dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat, akhirnya kesenian Dul Muluk mendapatkan pengakuan sebagai "Warisan Budaya Nasional" dan saat ini telah diajukan ke Unesco untuk mendapatkan pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Dunia yang perlu dilestarikan. Semangat!!!



Semoga Kesenian Teater Traditional Dul Muluk mendapatkan pengakuan sebagai warisan Budaya Dunia dari Unesco dan dapat juga dikenal secara luas di mancanegara.

-Andiero-

"Sebagai generasi muda, sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan kebudayaan kita sendiri", Andiero.

Referensi Gan buat nambah wawasan tentang kesenian teater tradisional Dul Muluk:
http://keseniandulmuluk.blogspot.com/
http://palembangbari.blogdetik.com/2009/04/29/bermula-dari-syair-raja-ali-haji-dul-muluk/
http://www.epalembang.com/lang/id/travel-tourism/art-and-culture/dul-muluk-theatre

1 komentar:

  1. Artikelnya bagus,, ane numpang rpomo ya bang bro..

    http://inspirasigerhana.blogspot.com/

    jangan lupa dikunjungi & kasih komentar ya, kalo blognya kurang bagus mohon sarannya juga, maklumlah ane masih perlu banyak belajar. Tx..

    BalasHapus

Silakan Berkomentar, Tapi yang Cerdas Yah!!!